Lensa Mahasiswa, Bondowoso, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) IAI At-Taqwa sukses menyelenggarakan Musyawarah Mahasiswa (MUSMA) ke-II pada Sabtu (15/11/25) di Aula Utama IAI At-Taqwa. Forum tahunan ini menjadi momentum penting dalam penguatan demokrasi internal mahasiswa, sekaligus menandai MUSMA pertama sejak perubahan status institusi dari sekolah tinggi menjadi institut.
Kegiatan dibuka dengan menyanyikan lagu-lagu wajib kebangsaan yang diikuti seluruh peserta dan tamu undangan. Suasana khidmat mengiringi prosesi pembukaan, mencerminkan komitmen mahasiswa untuk menjaga tradisi organisasi yang tertib, disiplin, dan berintegritas.
Ketua panitia, Umam, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam persiapan MUSMA II. Ia menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar agenda formal, tetapi ruang pembelajaran kolektif bagi mahasiswa dalam mempraktikkan budaya musyawarah yang sehat dan produktif.
Sambutan selanjutnya diberikan oleh Ketua DPM, Muhammad Halimi. Ia menyoroti peran strategis MUSMA sebagai wadah evaluasi dan penguatan regulasi kelembagaan mahasiswa. “Kami berharap forum ini melahirkan gagasan dan keputusan yang relevan, progresif, serta mampu menjawab kebutuhan organisasi mahasiswa ke depan,” ujarnya.
Rektor IAI At-Taqwa kemudian memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi jalannya MUSMA II. Dalam arahannya, beliau memberikan apresiasi atas kinerja DPM yang berhasil menginisiasi kembali forum permusyawaratan setelah terakhir digelar pada tahun 2022, ketika kampus masih berstatus sekolah tinggi. “Kini kita berada dalam fase baru sebagai institut. Karena itu, mahasiswa dituntut untuk menghadirkan musyawarah mufakat yang melahirkan keputusan visioner dan selaras dengan arah pengembangan IAI At-Taqwa,” tegasnya.
Rektor juga menekankan pentingnya etika berdiskusi, kemampuan mendengar pendapat, dan komitmen menempatkan kepentingan lembaga di atas kepentingan kelompok maupun pribadi. Menurutnya, budaya dialog yang sehat merupakan fondasi utama bagi perkembangan organisasi mahasiswa.
Setelah pembukaan resmi, rangkaian agenda dilanjutkan dengan sidang pleno, pembahasan AD/ART, evaluasi program kerja, serta penyusunan rekomendasi organisasi. Seluruh proses berlangsung dinamis dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta.
MUSMA II diharapkan menjadi pijakan penting bagi penguatan tata kelola organisasi mahasiswa IAI At-Taqwa, sekaligus mendorong terciptanya iklim demokrasi yang inklusif, responsif, dan berorientasi pada kemajuan institusi.











