Bondowoso – Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) melakukan benchmarking ke Institut Agama Islam (IAI) At-Taqwa Bondowoso dalam rangka penguatan publikasi dan branding kampus melalui platform digital. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (22/09/25) ini menjadi langkah strategis untuk membangun ekosistem publikasi ilmiah, pemberitaan, serta penyebaran informasi yang lebih luas di ranah digital.
IAI At-Taqwa Bondowoso dipilih sebagai mitra benchmarking karena dinilai aktif dan konsisten dalam mengelola media sosial serta platform digital kampus. Kredibilitas itu semakin terbukti pada 2023 lalu, ketika kampus santri tersebut berhasil meraih penghargaan sebagai Kampus dengan Inovasi Digital.
Rektor IAI At-Taqwa Bondowoso, Dr. Suheri, M.Pd.I, menegaskan bahwa keberhasilan ekosistem digital di kampusnya tidak lepas dari political will pimpinan, dukungan regulasi, serta komitmen seluruh sivitas akademika.
“Media digital bukan sekadar saluran informasi, tetapi juga instrumen dakwah, syiar, dan branding kampus agar lebih dikenal luas oleh masyarakat,” ungkapnya.
Dari pihak UNIIB, benchmarking ini diikuti langsung oleh Direktur Pascasarjana, Dr. K.H. Kholilur Rahman, M.Pd.I, didampingi Kepala Humas, Samsul Arifin, serta Divisi Kreator, Firma Yudha, M.Pd. Tim menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya dimaksudkan untuk belajar strategi publikasi digital, tetapi juga menjadi upaya membuka peluang tindak lanjut kerja sama yang melibatkan mahasiswa. Dengan demikian, mahasiswa dapat berperan langsung dalam pengelolaan konten digital, publikasi ilmiah, hingga pemberitaan kampus.
Melalui benchmarking ini, UNIIB berharap dapat mempelajari secara langsung ekosistem digital yang telah berjalan baik di IAI At-Taqwa, mulai dari pola kerja tim media, regulasi internal, hingga strategi branding digital yang menopang pengembangan kampus.
Benchmarking ini diharapkan membawa manfaat besar, khususnya dalam memaksimalkan peran media digital sebagai sarana publikasi, branding, dan penguatan reputasi perguruan tinggi. Ke depan, kolaborasi ini diyakini mampu menjadi pintu masuk lahirnya inovasi baru di bidang publikasi dan digitalisasi perguruan tinggi berbasis pesantren.











