Bondowoso, Lensa mahasiswa. Setiap institusi besar lahir dari visi dan kerja keras pemimpin yang mampu menggerakkan perubahan. Dr. Suheri, S.Pd.I., M.Pd.I, adalah sosok yang meninggalkan jejak mendalam bagi IAI At-Taqwa Bondowoso. Setelah menakhodai kampus yang dahulu dikenal sebagai STAI At-Taqwa ini, beliau kini purna tugas sebagai rektor, namun warisan transformasi dan dedikasinya akan terus dirasakan.
Transformasi Institusi di Bawah Kepemimpinan Visioner
Sejak dilantik sebagai rektor, Dr. Suheri memimpin periode transformatif bagi kampus. Salah satu tonggak terbesar adalah alih status STAI ke IAI At-Taqwa melalui SK Menteri Agama Nomor 91 Tahun 2024. Namun, pencapaian formal ini hanyalah permulaan. Di bawah kepemimpinannya, kampus mengalami modernisasi yang menyentuh berbagai aspek:
Penambahan program studi baru untuk menyesuaikan kebutuhan zaman.
Digitalisasi layanan akademik dan administratif, mempermudah akses mahasiswa dan staf.
Pembenahan budaya akademik dan spiritual, menjadikan kampus sebagai lingkungan yang profesional dan religius.
Penguatan tri-dharma perguruan tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Kepemimpinan beliau tidak hanya mencatat angka, tetapi juga membangun fondasi budaya akademik yang kuat, menginspirasi civitas akademika untuk berprestasi, berinovasi, dan tetap berakar pada nilai pesantren.
Akademisi Produktif dan Inspiratif
Lahir di Jember pada 16 September 1983, Dr. Suheri menapaki jalur pendidikan dengan prestasi gemilang: lulusan terbaik S1 STAI At-Taqwa Bondowoso (2008), Magister di IAIN Jember, dan gelar Doktor dari Universitas Negeri Malang dengan beasiswa LPDP.
Karya akademiknya tak kalah impresif: 13 buku sejak 2013, berbagai artikel ilmiah yang terindeks nasional dan internasional, serta peran aktif sebagai pembicara di konferensi internasional bergengsi, seperti RIICMUSSS dan ICIED. Kiprah ini menjadikannya teladan bagi dosen, mahasiswa, dan santri, bahwa integritas akademik dan semangat menulis adalah kunci perubahan.
Kampus Santri: Visi dan Dedikasi terhadap Pendidikan Islam
Di bawah kepemimpinannya, IAI At-Taqwa diformulasikan sebagai “kampus santri”, memadukan tradisi pesantren dengan pendidikan tinggi Islam modern. Dr. Suheri memperluas akses pendidikan bagi santri dan lulusan pesantren melalui:
Program beasiswa dan kemudahan akses akademik.
Sinergi dengan pesantren, sekolah, dan madrasah di wilayah Bondowoso.
Penguatan penelitian dan pengabdian masyarakat sebagai bagian dari pendidikan karakter.
Beliau percaya, pendidikan tinggi harus membentuk manusia yang cerdas, berakhlak mulia, dan mampu memberi manfaat bagi masyarakat.
Warisan dan Inspirasi yang Abadi
Kini, setelah purna tugas, Dr. Suheri meninggalkan warisan besar: institusi yang lebih modern, mahasiswa dan dosen yang lebih berdaya, serta budaya akademik yang seimbang antara ilmu, spiritualitas, dan profesionalisme. Jejak kepemimpinannya menjadi inspirasi bagi generasi penerus, bahwa perubahan nyata selalu dimulai dari visi yang jelas, kerja keras, dan dedikasi tanpa pamrih.
IAI At-Taqwa Bondowoso tetap menjadi rumah bagi para santri dan akademisi muda, menapaki jalan yang telah dibangun oleh Dr. Suheri — sebuah jalan yang meneguhkan bahwa pendidikan adalah cahaya yang menerangi masa depan.
Oleh : Mahfud Junaidi, S.Pd (Alumni IAI At-Taqwa 2024) |









